Hydrofluoric Acid (HF) 55% atau Hidrogen Fluorida adalah cairan kimia sangat korosif dengan tingkat reaktivitas tinggi, terutama terhadap silikat dan oksida logam. Karakteristik unik ini menjadikannya bahan penting dalam berbagai proses industri yang membutuhkan presisi dan efektivitas tinggi.
HF 55% banyak digunakan dalam industri kaca, logam, semikonduktor, fluorokimia, hingga pertambangan karena kemampuannya melarutkan material berbasis silika yang tidak dapat ditangani oleh asam lainnya.
Keunggulan:
• Reaktivitas Tinggi terhadap Silikat – Ideal untuk etsa dan pembersihan kaca.
• Efektif pada Oksida Logam – Cocok untuk proses pre-treatment dan pemurnian.
• Performa Presisi Tinggi – Digunakan dalam industri semikonduktor dan elektronik.
• Bahan Baku Strategis Fluorokimia – Penting dalam sintesis berbagai senyawa fluorida.
Penggunaan Utama di Berbagai Industri:
• Industri Kaca & Keramik
Digunakan untuk proses etsa dan frosting kaca dekoratif, serta pembersihan kerak silikat pada permukaan kaca dan keramik.
• Industri Logam & Elektronika
Digunakan untuk pembersihan permukaan logam, etsa komponen semikonduktor, serta pre-treatment sebelum proses electroplating atau finishing.
• Industri Fluorokimia
Bahan baku utama dalam sintesis senyawa fluorida seperti refrigeran, PTFE (Teflon), dan beberapa produk kimia berbasis fluor lainnya.
• Pembersih Industri
Efektif menghilangkan kerak silikat dan deposit anorganik pada boiler, heat exchanger, dan sistem proses industri.
• Industri Nuklir & Pertambangan
Digunakan dalam proses pemisahan dan pemurnian logam tanah jarang serta uranium.
⚠️ Penggunaan Aman
• Sangat beracun dan sangat korosif – wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.
• Penanganan hanya oleh tenaga profesional terlatih sesuai standar keselamatan industri.
• Tersedia dokumen keselamatan seperti MSDS dan COA untuk mendukung kepatuhan regulasi.
Hydrofluoric Acid (HF 55%) adalah bahan kimia industri berkinerja tinggi yang memerlukan penanganan profesional, namun memberikan hasil optimal dalam berbagai aplikasi teknis dan manufaktur presisi.
Natrosol (Hydroxyethylcellulose / HEC)
Ammonium Hydrogendifluoride
Dimethyl Carbonate (DMC)
Natrium Hidroksida (Sodium Hydroxide / NaOH)
Hydrofluoric Acid
Sorbitol Solution
Ethylene Glycol Monoethyl Ether
Phenol
DJITOEMAS
Tanamas
P@Me 2.0 Grow
Polyaluminum Chloride Jepang
Polyaluminum Chloride Jerman CPR30
Kaolin
Glycerin
Hydrogen Peroxide
Phosphoric Acid
Sodium Hypochlorite
Soda Ash
Ammonia Water
Calcium Carbonate
Butyl Acetate
Thinner M4
Thinner 631
Ammonium Sulfate
Calcium Sulphate
Sodium Tripolyphosphate
Formic Acid
Melamine
Sodium Sulphate
Calcium Chloride
Hydrofluoric Acid
Calcium Hypochlorite
Sodium Bicarbonate
Sodium Carbonate
Sodium Nitrate
Ammonium Chloride
Poly Aluminium Chloride (PAC)
Sodium Metabisulfit
Caustic Soda Flake (NaOH)
Garam Kasar Bulky
Sodium Silicate Liquid (Water Glass)
Dairen Chemical DA 102
Dairen Chemical DA 101
Monoethanolamine (MEA)
Aquadest Go
Talc Powder 325 - 1000 - 1250 Mesh
Methanol
Texapon KAO (Sodium Laureth Sulfate)
Paraformaldehyde 92 dan 96
Formalin (Formaldehyde)
IPA Khusus Printing (Industrial Grade)
Di Ethylene Glycol (DEG)
Mono Ethylene Glycol (MEG)
Dissolvine Na (EDTA)
Oxalid Acid ~ Asam Oksalat




